fiksi
Pagi itu mendung sudah datang dengan sangat rajin. ah aku harus berangkat lebih awal lagi nih. batinku. maklum saja tempat tinggalku cukup jauh dengan tempat belajarku. dan aku harus dengan rela menempuhnya dengan berjalan kaki. ayahku meninggal sejak aku kelas 2 sd. ibuku berjualan gorengan di pasar sebelah rumah guna menyambung hidup dan membiayai aku dan 2 kakakku. kakakku yang pertama mbak ayu sudah menikah dan sekarang hidup dengan suaminya. suaminya mas yoga seorang guru sd honorer. yang tahu sendiri gaji seorang guru yang tak perlu kutulis atau ku goreskan dalam pena ini. kakak ke 2 ku mbak bela. juga sudah menikah dan juga sudah hidup dengan suaminya mas amin. anak terakhir sendiri dengan merengek rengek pada ibu agar bisa melangkah lebih maju dari kedua kakakku untuk dapat menempuh pendidikan 12 tahun. aku mengabaikan pesan presiden yang mewajibkan sekolah 9 tahun. tapi aku minta lebih.alhasil ibuku mengizinkan dengan konsekwensi hari ini yang ku hadapi. hujan yang tia...
Komentar
Posting Komentar